Keutamaan Shalat Khusuk

Keutamaan Shalat Khusuk



Firman Allah Swt: " Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku(QS.Thaha (20): 24).Janganlah kamu termasuk orang2 yg lalai(QS.Al-A’raf (7): 205). Hai orang2 beriman janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti (menyadari) apa yg kamu ucapkan(QS.Al-Nisa’(4): 43)

Ada yg menafsirkan kalimat ’dalam keadaan mabuk’ sebagai hilangnya pikiran akibat tekanan perasaan resah dan sumpek yg sangat. Ada pula yg menafsirkannya mabuk karena kecintaan pada dunia.

Bersabda Nabi Saw: "Barang siapa shalat dua rakaat, di dalamnya dia tidak berbicara sedikitpun dengan hatinya tentang soal2 dunia, niscaya diampuni dosa2nya yg telah lalu".
" Shalat itu tidak lain menunjukan kemiskinan, kerendahhatian(tawadhu’), kerawanan kalbu(tadharru), keluhan jiwa dan penyesalan mendalam, seraya meletakan kedua tangan bersujud dan membisikan: ya Allah, ya Allah.Maka barangsiapa tidak melakukannya, shalatnya itu tidak sempurna.

Sabda Nabi Saw dalam salah satu pesannya: Bila kamu shalat, jadikanlah itu seolah-olah shalat orang yg mengucapkan selamat tinggal." Yakni selamat tinggal kepada dirinya sendiri, kepada hawanafsunya dan kepada usianya, karena dia kini sedang berjalan menuju Tuhannya.Seperti tersebut dalam firman Allah Swt: Hai manusia, sesungguhnya kamu bekerja keras menunuju Tuhanmu dan kamu pasti akan menjumpai-Nya(QS.Al-Insyiqaq (84): 6).

Sabda Nabi Saw: " Allah tidak akan menunjukan pandangan-Nya pada shalat yg dikerjakan oleh seseorang yg hatinya tidak hadir di dalamnya bersama-sama tubuhnya."

Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib r.a. ketika tiba saat shalat, tubuhnya gemetaran dan wajahnya berubah. Ketika ditanya mengenai hal itu, dia menjawab: " Telah tiba waktu untuk pelaksanaan amanat yg ditawarkan oleh Allah pada langit, bumi dan gunung2.Mereka semua menolaknya karena khawatir tidak dapat memikulnya, tetapi aku kini memikulnya."

Diriwayatkan Abdullah bin Abbas berkata bahwa Nabi Daud a.s. dalam munajatnya, bertanya-tanya."Tuhanku, siapakah yg dapat menghuni rumah-Mu, dan shalat siapakah yg Kau terima?" Allah Swt pun menurunkan wahyu kepadanya: Hai Daud, orang yg menghuni rumah-Ku dan Kuterima shalatnya ialah yg merendahkan hatinya demi keagungan-Ku, melewatkan harinya dalam berzikir kepada-Ku, mencegah dirinya dari nafsu shahwat demi menghormati-Ku, memberi makan orang yg lapar, menjamu perantau, dan mengasihani penderita. Orang seperti dialah yg cahayanya bersinar di langit dan bumi. Bila dia berdoa kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkan doanya, dan bila dia memohon dari-Ku, niscaya Aku memenuhinya. Aku akan menjadikan kebijakan dalam kejahilannya, ingat kepada-Ku dalam kelalaiannya dan cahaya dalam kegelapannya.Perumpamaan orang itu, diantara manusia lainnya adalah seperti Taman Firdaus di puncak surga, yg takkan kering sungainya dan takkan membusuk bebuahannya......



Silahkan  SHARE jika dirasa bermanfaat.....


sumber : love islam